Berita PeradilanKepaniteraan
Prosedur berperkara Tingkat Pertama
Prosedur Berperkara Tingkat Pertama di Pengadilan Agama 🏛️
Pengajuan perkara tingkat pertama pada Pengadilan Agama secara umum dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
- 💔 Perkara Perceraian Cerai Talak (diajukan oleh Suami)
- 💔 Perkara Perceraian Cerai Gugat (diajukan oleh Istri)
- 📂 Perkara Gugatan Lain
1. PERKARA PERCERAIAN CERAI TALAK (DIAJUKAN OLEH SUAMI)
A. Persyaratan 📋
- 📄 Surat Permohonan/Gugatan: Dokumen asli permohonan cerai talak.
- 💍 Fotokopi Akta Nikah: Salinan Kutipan/Duplikat Akta Nikah.
- 🪪 Fotokopi KTP Pemohon: Salinan Kartu Tanda Penduduk suami.
- 💸 Bukti Pembayaran Biaya Perkara: Sesuai dengan radius wilayah pengadilan.
- ❓ Surat Keterangan Ghaib (Jika Perlu): Jika alamat Termohon (istri) tidak diketahui, lampirkan surat keterangan dari Desa/Kelurahan setempat.
B. Prosedur Pengajuan Perkara ✍️
- Pengajuan Permohonan:
- Pemohon (suami) atau kuasanya mengajukan permohonan secara tertulis atau lisan ke Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah.
- Pemohon dianjurkan meminta petunjuk dari pengadilan mengenai tata cara pembuatan surat permohonan.
- Perubahan surat permohonan dapat dilakukan selama tidak mengubah pokok perkara. Jika Termohon sudah memberikan jawaban, perubahan harus atas persetujuannya.
- Pengadilan yang Berwenang:
- 📍 Umum: Diajukan ke Pengadilan Agama di wilayah tempat kediaman Termohon (istri).
- ✈️ Termohon Pergi Tanpa Izin: Diajukan ke Pengadilan Agama di wilayah tempat kediaman Pemohon (suami).
- 🌍 Termohon di Luar Negeri: Diajukan ke Pengadilan Agama di wilayah tempat kediaman Pemohon.
- 🌐 Kedua Pihak di Luar Negeri: Diajukan ke Pengadilan Agama tempat perkawinan dilangsungkan atau ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
- Isi Surat Permohonan:
- 👤 Identitas Para Pihak: Nama lengkap, umur, pekerjaan, agama, dan alamat Pemohon dan Termohon.
- ⚖️ Posita: Uraian fakta kejadian dan dasar hukum pengajuan permohonan.
- 🎯 Petitum: Tuntutan yang diminta untuk diputuskan oleh hakim.
- Tuntutan Tambahan (Kumulasi):
- Permohonan terkait hak asuh anak (hadhanah), nafkah anak, nafkah iddah, dan harta bersama dapat diajukan bersamaan dengan permohonan cerai talak atau setelah ikrar talak diucapkan.
C. Proses Penyelesaian Perkara ⚖️
- ➡️ Pendaftaran: Pemohon mendaftarkan perkaranya di Pengadilan Agama.
- ✉️ Pemanggilan: Pengadilan akan memanggil Pemohon dan Termohon untuk menghadiri sidang.
- 🧑⚖️ Tahapan Persidangan:
- 🤝 Upaya Damai & Mediasi: Pada sidang pertama, hakim akan berusaha mendamaikan kedua pihak yang wajib hadir secara pribadi. Jika gagal, dilanjutkan dengan proses mediasi.
- 🔍 Pemeriksaan Pokok Perkara: Jika mediasi tidak berhasil, sidang dilanjutkan dengan pembacaan permohonan, jawaban, replik-duplik, pembuktian, dan kesimpulan.
- 📜 Putusan Pengadilan:
- ✅ Dikabulkan: Pemohon diizinkan mengucapkan ikrar talak. Termohon dapat mengajukan banding jika tidak puas.
- ❌ Ditolak: Pemohon dapat mengajukan banding.
- 🔄 Tidak Diterima: Pemohon dapat mengajukan permohonan baru dengan memperbaiki syarat formil.
- 🗣️ Ikrar Talak:
- Jika permohonan dikabulkan dan putusan telah berkekuatan hukum tetap, Pengadilan menetapkan jadwal sidang penyaksian ikrar talak.
- Suami atau kuasanya wajib mengucapkan ikrar talak di depan sidang dalam waktu 6 (enam) bulan sejak penetapan. Jika tidak, kekuatan penetapan tersebut gugur.
- 📜 Penerbitan Akta Cerai:
- Setelah ikrar talak diucapkan, Panitera akan menerbitkan Akta Cerai dan menyerahkannya kepada kedua belah pihak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja.
2. PERKARA PERCERAIAN CERAI GUGAT (DIAJUKAN OLEH ISTRI)
A. Persyaratan 📋
- 📄 Surat Gugatan: Dokumen asli gugatan perceraian.
- 💍 Fotokopi Akta Nikah: Salinan Kutipan/Duplikat Akta Nikah.
- 🪪 Fotokopi KTP Penggugat: Salinan Kartu Tanda Penduduk istri.
- 💸 Bukti Pembayaran Biaya Perkara: Sesuai dengan radius wilayah pengadilan.
- ❓ Surat Keterangan Ghaib (Jika Perlu): Jika alamat Tergugat (suami) tidak diketahui, lampirkan surat keterangan dari Desa/Kelurahan setempat.
B. Prosedur Pengajuan Perkara ✍️
- Pengajuan Gugatan:
- Penggugat (istri) atau kuasanya mengajukan gugatan secara tertulis atau lisan ke Pengadilan Agama/Mahkamah Syari’ah.
- Penggugat dianjurkan meminta petunjuk dari pengadilan mengenai tata cara pembuatan surat gugatan.
- Pengadilan yang Berwenang:
- 📍 Umum: Diajukan ke Pengadilan Agama di wilayah tempat kediaman Penggugat (istri).
- ✈️ Penggugat Pergi Tanpa Izin: Gugatan diajukan ke Pengadilan Agama di wilayah tempat kediaman Tergugat (suami).
- 🌍 Penggugat di Luar Negeri: Diajukan ke Pengadilan Agama di wilayah tempat kediaman Tergugat.
- 🌐 Kedua Pihak di Luar Negeri: Diajukan ke Pengadilan Agama tempat perkawinan dilangsungkan atau ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat.
- Isi Surat Gugatan:
- 👤 Identitas Para Pihak: Nama lengkap, umur, pekerjaan, agama, dan alamat Penggugat dan Tergugat.
- ⚖️ Posita: Uraian fakta kejadian dan dasar hukum pengajuan gugatan.
- 🎯 Petitum: Tuntutan yang diminta untuk diputuskan oleh hakim.
- Tuntutan Tambahan (Kumulasi):
- Gugatan terkait hak asuh anak, nafkah anak, nafkah iddah, dan harta bersama dapat diajukan bersamaan dengan gugatan perceraian.
C. Proses Penyelesaian Perkara ⚖️
- ➡️ Pendaftaran: Penggugat mendaftarkan gugatannya di Pengadilan Agama.
- ✉️ Pemanggilan: Pengadilan akan memanggil Penggugat dan Tergugat untuk menghadiri sidang.
- 🧑⚖️ Tahapan Persidangan:
- 🤝 Upaya Damai & Mediasi: Prosesnya sama dengan perkara cerai talak.
- 🔍 Pemeriksaan Pokok Perkara: Jika mediasi gagal, dilanjutkan dengan pembacaan gugatan, jawaban, replik-duplik, pembuktian, dan kesimpulan.
- 📜 Putusan Pengadilan:
- ✅ Dikabulkan: Terjadi perceraian. Tergugat dapat mengajukan banding jika tidak puas.
- ❌ Ditolak: Penggugat dapat mengajukan banding.
- 🔄 Tidak Diterima: Penggugat dapat mengajukan gugatan baru.
- 📜 Penerbitan Akta Cerai:
- Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, Panitera akan menerbitkan Akta Cerai dan menyerahkannya kepada kedua belah pihak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja.
3. PERKARA GUGATAN LAINNYA 📂
Berikut adalah persyaratan untuk beberapa jenis perkara gugatan lain yang umum diajukan di Pengadilan Agama:
A. Pengangkatan Anak (Adopsi) 👶
- Surat Permohonan.
- Fotokopi KTP Pemohon (calon orang tua angkat).
- Fotokopi Akta Nikah Pemohon.
- Akta Kelahiran Calon Anak Angkat.
- Surat Pernyataan persetujuan dari orang tua kandung anak.
- Membayar biaya perkara.
B. Itsbat Nikah (Pengesahan Nikah) 👩❤️👨
- Surat Permohonan.
- Fotokopi KTP para Pemohon (suami dan istri).
- Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan yang menyatakan Pemohon pernah menikah.
- Surat Keterangan dari KUA setempat yang menyatakan pernikahan tidak tercatat.
- Membayar biaya perkara.
C. Wali Adhal 👨👧
- Surat Permohonan.
- Fotokopi KTP Pemohon (calon mempelai wanita).
- Surat Penolakan Pernikahan dari KUA.
- Surat Pemberitahuan adanya halangan/kekurangan dari KUA.
- Akta Kelahiran Pemohon.
- Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan.
- Membayar biaya perkara.
D. Hadhanah (Hak Asuh Anak) 🧑🍼
- Surat Permohonan/Gugatan.
- Fotokopi KTP Pemohon.
- Fotokopi Akta Nikah atau Akta Cerai.
- Fotokopi Akta Kelahiran Anak.
- Membayar biaya perkara.
E. Dispensasi Kawin 💍
- Surat Permohonan.
- Fotokopi KTP kedua orang tua (Pemohon I dan II).
- Fotokopi Akta Kelahiran calon mempelai yang dimintakan dispensasi.
- Surat Penolakan Pernikahan dari KUA.
- Membayar biaya perkara.
F. Izin Poligami 👨👩👧👧
- Surat Permohonan.
- Fotokopi KTP Pemohon (suami).
- Fotokopi Akta Nikah Pemohon dengan istri pertama.
- Surat Pernyataan tidak keberatan dari istri pertama (Termohon).
- Surat Pernyataan berlaku adil dari Pemohon.
- Surat Pernyataan tidak keberatan dari calon istri kedua.
- Surat Keterangan Penghasilan Pemohon.
- Fotokopi Akta Cerai (jika calon istri kedua berstatus janda cerai).
- Membayar biaya perkara.